Do you know Wisnu?Become his contact | Who is on Multiply?Find your friends | Want to learn more?Take the Tour | Already a Member?Sign In |
![]()
Semalam nonton Batman terbaru, The Dark Knight, di XXI Pondok Indah 2. Dan asyiknya, nonton Batman dengan BCA Card Batman berdua ama adik iparku, cuma bayar 2 perak! Iya, per tiketnya cuma bayar 1 perak. Thanx to promo BCA nonton bareng Batman premier! Maaf kalau ada spoiler... Ceritanya lebih kelam dari Batman Begins, instalasi pertama Batman besutan Chris Nolan. Dan menurut pendapatku sekuel ini lebih bagus dan kuat ceritanya! Lihat bagaimana Heath Ledger memerankan Joker sang psikopat. Dan Harvey Dent yang berubah dari hero menjadi villain, Two Faces, karena ulah Joker. Motor Batman keren abis. Kathy Holmes pemeran Rachel di Batman Begins digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Kurang chemistrynya. Ya sudahlah.. Dua kalimat yang menarik dari Joker untuk diingat: Gotham National Bank Manager: The criminals in this town used to believe in things. Honor. Respect. Look at you! What do you believe in? What do you believe in! The Joker: I believe whatever doesn't kill you simply makes you... stranger. The Joker: I use a knife because guns are too quick. Otherwise, you can't savor all the emotions. You know who people are in their last moments. =================================================================== Pesan untuk nonton film berdurasi 2,5 jam ini:
Di IMDB, film ini dapat #1 dari 250 film terbaik sepanjang masa. Tapi vote masih berjalan, masih bisa berubah. Gambar dari IMDB.
![]()
Nah buat kamu yang suka ama action Die Hard 4, bakalan suka film ini. Sebaliknya kalau nggak suka dengan ketidakrasionalan Die Hard 4, jangan nonton film ini. Aktornya James McAvoy (Atonement, The Last King of Scotland). Ada juga Morgan Freeman (Batman Begins, Million Dollar Baby, Shawsank Redemption). Serta Angelina Jolie (Tomb Raider, Original Sin, Mr. and Mrs. Smith). Actionnya seru, bombastis ala Matrix dan Die Hard. Menghibur lah dari segi action dan sci fi. Jangan berharap nonton sesuatu yang masuk akal di film ini. Tujuannya cuma 1, menghibur penonton dengan adegan laga, tembak-menembak, dan kebut-kebutan yang keren. Film ini adalah film Amerika pertama Timur Bekmambetov, yang sebelumnya membintangi Night Watch dan Day Watch yang sangat box office di negaranya, dan mengalahkan penjualan tiket Lord of The Rings. Pengen nonton film laga di ajang box office summer blockbuster? Jangan lewatkan Wanted!
![]()
Film besutan Peter Segal (Naked Gun 33 1/3, Anger Management, 50 First Dates, Nutty Professor II) nggak jauh beda sama film Johny English atau Warkop DKI yang penuh dengan slapstick. Dibintangi oleh Steve Carell (Seri The Office, Evan Al Mighty, The 40 Year Old Virgin), film ini lumayan menghibur. Banyak adegan konyol ala Mr. Bean di Johny English. Menurutku sih selevel deh nilainya sama Hancock.
![]()
Filmnya lumanya orisinil idenya. Aku belum pernah nonton film Superhero yang dibenci manusia pada umumnya. Dan Hancock menang ide di film ini. Cuma sayangnya, genre film ini bunglon. Ada humor, ada action, ada drama. Porsinya sama rata. Jadi bingung ini film komedi, action, atau drama. Nomor satu so far masih Kungfu Panda. Kedua Hulk bersanding dengan Wanted. Ketiga Get Smart bersanding dengan Hancock. Next.. Red Cliff, Dark Knight, and X-Files.
![]()
Aku lebih suka buku ini ketimbang The Kite Runner. Khaled sangat jago mengarang cerita yang terasa seperti dokumenter. Kepiawaiannya menggambarkan setting fiksi berbalut kejadian nyata yang terjadi di Afghanistan membuat kita seolah membaca kisah nyata. Hebat sekali! Sangat dalam penggambaran karakternya dan menyentuh hati kita. Membuat kita mengerti bagaimana Afghanistan porak-poranda. Bagaimana negara yang selalu terjadi pertumpahan darah itu mengisahkan kisah cinta di tengah bencana. Dari dua buku yang kubaca, ada beberapa ciri khas Khaled: 1. Menceritakan kisah yang mirip dokumenter 2. Mengisahkan tokoh utama bukanlah tokoh suci dari sisi agama (pasti ada aib dari sisi agama yang dimiliki tokoh utama, yang membuatnya jadi sangat manusiawi) 3. Ada tokoh yang dikisahkan di awal lalu hilang (dan kita menganggapnya demikian), lalu tiba-tiba muncul di akhir cerita, mempengaruhi klimaks cerita 4. Tokoh utama bisa menderita semenderita-menderitanya, lalu cerah di bagian akhir 5. Selalu ada tokoh yang menyesal hingga akhirnya mati, tidak dapat tercapai cita-citanya Membaca novel Khaled seperti dibawa naik jet coaster. Kita pilih naik, tapi setelah naik menyesal dan pingin cepat turun, tapi setelah asyik malah pengin lagi, dan tidak mau berhenti. Yang membuat menyesakkan dada adalah ceritanya yang bisa memilukan dan menyayat hati. Recommended deh buat pecinta novel. Pengin denger wawancara dengan pengarangnya tentang buku ini? Klik aja di sini. Foto-fotonya bisa dilihat di sini Gambar dari Amazon. Bukunya dah ada di gramedia.
![]()
Film ini lebih menarik untuk ditonton ketimbang versi Ang Lee. Yang dulu kebanyakan drama ketimbang action. Dan Hulk yang sekarang lebih "real" ketimbang hulk sebelumnya. Banyak yang bilang, apa yang dilakukan sutradara film ini terhadap Hulk, seperti apa yang dilakukan Chris Nolan terhadap Batman sebelumnya. Jadi buat yang suka ama Batman terbaru dibanding sebelumnya, bisa berharap naksir ama Hulk yang sekarang. Film ini bertaburan cameo. Ada pemeran Hulk TV muncul di sini. Ada pembuat komiknya seperti biasa. Dan ada Tony Stark (Iron Man) yang muncul di akhir film. Penggambaran Abomination sebagai musuh Hulk cukup meyakinkan. Puas deh nonton film ini. Cocok untuk penggemar superheroes. Meskipun efek entertainingnya masih di bawah Kungfu Panda, Hulk yang ini benar-benar Incredible. Berikut cuplikan dialog yang bikin nyengir: Betty Ross: [Betty and Bruce need to get across own in New York City] The subway is probably quickest. Bruce Banner: Me in a metal tube, deep underground with hundreds of people in the most aggressive city in the world? Betty Ross: Right. Let's get a cab. Tony Stark: You know I don't really want to say 'I told you so' but the super-soldier project was cancelled for a reason. Gen. Thaddeus 'Thunderbolt' Ross: Mr Stark. You always wear such nice suits. Tony Stark: ...Touche. Emil Blonsky: [referring to Banner] We didn't lose him. I had him in my sights and something hit us. Something *big*, hit us. It threw a forklift truck like it was a softball. Sumber: imdb.com
![]()
Luar biasa. Begitu ending credit muncul, aku langsung applause dan melakukan standing ovation. Sangat-sangat menghibur. 5 alasan kenapa film ini wajib ditonton: 1. Humornya cerdas dari awal sampai akhir 2. Animasinya tajam dan sangat detail 3. Casting pemain sangat cocok (Po si Panda suaranya dari Jack Black yang terbiasa main jadi loser yang jujur, Si Shifu dari Dustin Hoffman, senior dan berwibawa, Si Harimau gesit nan cantik suaranya Angelina Jolie, dan ular yang licin disuarakan oleh Luci Liu) 4. Adegan kungfunya bener-bener keren, nggak asal 5. Nggak terlalu panjang. Pas banget durasinya sekitar 90 menit. Totally menghibur. Recommended for all ages!!! Oh ya ini ada penggalian moral of the story dari milis (awas: SPOILER) Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung. Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan tentang beberapa hal: 1. The secret to be special is you have to believe you're special. Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe 2. Teruslah kejar impianmu. Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu. 3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka. 4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri. Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan. 5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah. Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru. 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu. Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang. 7. Keluarga sangatlah penting. Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?
![]()
We've Sensed It. We've Seen The Signs. Now... It's Happening.Aku nonton semalam di Sensi berempat. Seperti biasa, film Shyamalan selalu membuatku penasaran. Film terakhirnya sangat mengecewakan (Lady in the Water), tidak seperti Sixth Sense yang sangat aku sukai itu. Film ini tidak sebaik Sixth Sense, namun lebih baik daripada Lady in the Water. Ceritanya tentang orang-orang di pantai timur Amerika yang membunuhi dirinya sendiri secara masal... Awas : Spoiler Warning Ceritanya, alam bertingkah laku aneh. Tanaman melepaskan senyawa toksin yang menghambat cara kerja otak. Yang tadinya insting untuk mempertahankan diri sendiri ada di setiap manusia, kini terganggu, sehingga manusia membunuh dirinya sendiri dengan apapun yang terpikirkan di saat itu juga. Efeknya disamakan dengan matinya ribuan ikan secara massal karena kehabisan oksigen gara-gara pertumbuhan ganggang merah yang meledak populasinya. Moral of the story: ramahlah terhadap lingkungan, atau nanti alam akan membalas kita dengan caranya sendiri. Good and intense di awal, cuma sayang agak kedodoran di tengah ke akhir cerita. AWAS: Jangan bawa anak-anak di bawah 13 tahun untuk menonton film ini. Banyak adegan bunuh diri yang tidak pantas untuk mereka lihat.
![]()
Film arahan sutradara kelahiran Malaysia ini rupanya hampir sama dengan filmnya yang lain yang terkenal, Saw dan sekuelnya. Aku nonton ini karena Kevin Bacon main film ini. Nggak nyangka dia mau film kelas ginian. Nggak laku apa gimana nih gak tahu juga. Main embat film kacangan. Death Sentence (DS) mengumbar aksi laga dengan banyak plot holes atau ketidakmasukakalan yang luar biasa. Namanya juga film? Nggak juga. Kalau terlampau ngawur, bikin senewen doang. Spoiler Warning: (jangan teruskan baca kalau mau nonton filmnya) Hal yang aku gemes karena ngawur: 1. Begitu ditembaki kawanan gank, bukannya mengungsikan anak dan istri ke luar kota, malah ngantor! 2. Meninggalkan dompet dan identitas pribadi untuk diambil penjahat dan mempercepat proses searching keluarganya sendiri 3. Waktu menerobos parkir, udah jelas parkirnya pake sistem komputerisasi. Pasti dapat dilacak, mobil mana yang nggak ada padahal belum keluar dari sistem. Polisi kayaknya bego banget 4. Udah jelas jadi inceran gank mafia, yang nungguin rumah cuma polisi makan donat dan nggak ada inisiatif pindah ke hotel atau luar kota 5. Ahli analisis resiko mendadak jadi jago tembak, dalam keadaan penuh luka bekas kabur dari rumah sakit karena ditembak penjahat Adegan aksinya sih lumayan menghibur dengan darah dan tubuh ancur ketembak kaliber gede. Tapi ya itu.. sutradara ini miskin otak, kaya akan darah dan penyiksaan. Kesimpulan akhir: mengecewakan.
![]()
Mengecewakan. Awas.. spoiler warning.... Ya, satu kata itu yang kurasakan setelah menonton film yang ditunggu-tunggu ini. Ide ceritanya benar-benar dipaksakan. Aksi mendebarkan yang ditunggu-tunggu nan penuh misteri tidak muncul seperti yang diharapkan. Ford bener-bener kelihatan tua sekali. Aku lebih suka dia di What Lies Beneath, atau di Air Force One. Meski Shia LaBeouf diajak main, kelihatan sekali kalau pangsa pasarnya nggak mau yang nonton kakek-kakek atau nenek-nenek. Aduh duh.. ngantuk aku nonton film ini. Ide harta karun berupa ilmu pengetahuan, udah pernah muncul di film lain. Alien? Oh please deeh... Basi banget deh idenya. Aku nggak tahu kalau kamu suka film ini, tapi buatku film ini justru malah lebih buruk ketimbang trilogi sebelumnya. Buruknya cerita film ini didasari dari penulis ceritanya yang ngejar deadline, karena bolak-balik nggak kelar-kelar. Mau nonton film ini karena penasaran? Tentu saja boleh. Tapi jangan bawa harapan besar ke dalam bioskop. Mendingan nunggu film ini ajah.
![]()
Film yang pertama menurutku boring abis. Lambat banget temponya. Yang kedua masih rada boring, tapi lebih baik dari yang pertama. Spesial efek keren. Cerita biasa saja. Nggak ada yang bisa dikenang. Nonton film ini karena nggak ada yang lebih baik. Speed racer mungkin dvd aja. Yah nungguin Indiana Jones sebenernya. Spoiler warning : (jangan baca kalau belum nonton filmnya) ========================================== Yang aku nggak ngerti kenapa Aslan di bagian akhir nongkrong aja? Kenapa waktu terompet dibunyikan dia nggak ngumpul kayak Narnians lainnya?
![]()
Ketika buku ini akan kubaca, filmnya dah siap juga. Jadi setelah selesai membaca novelnya mau langsung menonton filmnya. Kisahnya bercerita tentang persahabatan dua anak lelaki, Amir dan Hassan. Hassan adalah anak pembantu dari ayah Amir, Ali. Ali telah hidup bersama dengan ayah Amir sejak kecil, sebagaimana Amir dan Hassan. Sebagaimana layaknya anak kecil di Afghanistan, Amir dan Hassan suka sekali bermain layang-layang. Amir yang menerbangkan, Hassan mengendalikan benang gelasan. Hassan jago mengejar layang-layang putus hasil aduan. Intuisinya sangat tajam. Ia bisa berlari tanpa melihat langit dan bisa menebak ke mana layang-layang yang putus akan jatuh. Amir dan Hassan hidup tanpa Ibu di sisi mereka. Ibu Amir meninggal sewaktu melahirkan Amir kecil, dan Ibu Hassan meninggalkan Ali waktu Hassan lahir. Mereka berdua sangat dekat. Hassan yang lebih kecil, sering menjadi pelindung Amir bila ada anak yang mengganggu. Hal inilah yang membuat sedih Baba, ayah Amir. Baba sering berharap Amir sekuat dan setangguh Hassan. Hal ini membuat Amir agak membenci ayahnya, yang mengira membencinya karena membunuh ibunya waktu melahirkannya. Suatu ketika suatu hal yang buruk terjadi pada Hassan. Amir sebenarnya dapat berbuat sesuatu untuknya. Namun alih-alih Amir membantu Hassan, Amir justru berlari meninggalkan Hassan. Padahal ketika itu Hassan sedang merebut layang-layang putus untuk Amir. Hal ini membuat Amir terus merasa bersalah dan tidak kuasa berdekatan dengan Hassan dan membuatnya insomnia. Hingga beberapa tahun kemudian, sebuah telpon dari Rakhim Khan, tangan kanan ayahnya yang dulu dekat dengan Amir, meminta Amir kembali ke Afghanistan. Saat itu Amir telah hijrah ke Amerika. Rakhim Khan mengatakan bahwa masih ada peluang untuk berbuat baik, untuk menghapus dosa dan penyesalan yang pernah terjadi... Akankah Amir kembali untuk menghapus dosa-dosanya? Ataukah ia memilih lari dari penyesalannya? Akankah inti cerita Atonement menjadi tema cerita ini juga? Silakan baca bukunya atau tonton filmnya. Mau beli online? Sekedar tambahan informasi: The Kite Runner, sebuah novel perdana Khaled Hosseini, telah mencatat berbagai prestasi: 1. Diterjemahkan ke dalam 42 bahasa. 2. Terjual lebih dari 8 juta kopi di seluruh dunia. 3. Lebih dari 2 tahun bertengger di daftar New York Times Bestseller. 4. Paramount Pictures telah membuat filmnya. ========================================================= Setelah membandingkan novel dan filmnya, untuk Anda yang sudah membaca novelnya, sebaiknya jangan menonton filmnya, kecuali Anda akan kecewa. Hubungan yang sangat dekat antara Hassan dan Amir kurang digambarkan dengan baik. Demikian juga hubungan Baba dan Amir yang renggang kurang digambarkan dengan tepat. Padahal keduanya mengandung kunci sangat penting untuk keseluruhan cerita. Tapi kalau nggak pengen baca novelnya, boleh nonton filmnya. Sutradaranya, Marc Foster, yang juga bikin Finding Neverland dan Monster's Ball. Eniwei, tidak seperti Disclosure, novel Michael Chrichton yang film dan novelnya sama-sama hebat, novel The Kite Runner tetap menarik untuk dibaca. Saya ingin sekali mendengar komentar Anda. Ya udah, buruan sana baca. Kalau dah kelar segera posting komen. Ayo kita diskusikan. Jangan lupa pasang SPOILER WARNING kalau ada yang mau membahas hal yang bisa mengganggu orang lain yang belum membacanya. Awas, filmnya untuk 13 tahun ke atas. Bukan untuk semua umur. (gambar dari http://en.wikipedia.org/wiki/The_Kite_Runner_(film))
![]()
Not bad lah, sebagai film pembuka musim panas. Actionnya memang masih belum banyak, karena memang tahap perkenalan. Tapi menghibur dengan humor dan beberapa dialognya. Robert Downey Jr, yang memang rada berantakan hidupnya, rada terwakili di film ini. Aku suka sama Jeff Bridges yang tampil plontos dan bermain sebagai antagonis. Beda banget ama film-film sebelumnya, terutama di notorious Arlington Road. Udah keliatan tua banget nih orang. Aku lebih suka Iron Man yang ini ketimbang Iron Man yang kartun. Buat yang suka film superheroes, nggak mau terlalu pusing masuk akal nggaknya film ini, bolehlah jadi inceran pekan ini. Foto dari IMDB.com
![]()
Akhirnya ketonton juga film ini. Abis subuh tadi pagi, nyetel ama Istri. Ciee... biar rada romantis gitu... Hahaha.. Eniwei (maaf kalo mengandung SPOILER), film ini berkisah tentang seorang istri yang dirundung nestapa ketika di usia perkawinan yang masih sangat muda, suami tercinta meninggal karena kanker otak. Di luar dugaan, sang suami telah merencanakan kejutan untuk istrinya bila ia meninggal kelak. Sang suami rupanya mengirimkan kue ulang tahun pada ulang tahun istrinya dengan surat yang memintanya melakukan sesuatu. Surat-surat itu bersambung dan muncul di beberapa occasion. Intinya adalah sang suami menghendaki sang istri untuk move on, melanjutkan hidupnya dan tidak terus dalam kesedihan. Film yang dibintangi oleh Hillary Swank (Boy's Don't Cry) dan Gerard Butler (300) ini banyak menghibur lewat kalimat yang lumayan lucu dan pemandangan indah Irlandia. Film ini juga menginspirasikanku untuk membuat sebuah software yang bisa menyimpan blog, suara, video untuk orang yang kita cintai, kalau kita meninggal kelak. Program ini bahkan bisa otomatis menguploadnya ke Multiply. Berminat? Once blogging, keep blogging eternally! (Membuat kalimat "Blogging itu hanya trend sesaat" menjadi basi se basi-basinya). Foto dari imdb.com
![]()
Aku adalah penggemar Jet Li
![]()
Ini film yang juga dapat Oscar 2007 untuk Art Direction, namun juga berdarah-darah. Cuma karena dibuat musikal jadinya nggak terlalu tegang. Filmnya tentang balas dendam. Seorang tukang cukur yang beristri cantik dan memiliki anak balita difitnah oleh hakim kejam. Dipenjara tanpa salah selama 15 tahun, istrinya diganggu oleh sang hakim, dan anaknya dipelihara si hakim, untuk dibesarkan dan akhirnya akan dinikahi juga! Dasar edan. Nah, si tukang cukur kembali untuk membalas dendam. Dendamnya begitu besar hingga ia tak dapat berfikir jernih. Johnny Depp, yang kembali memerankan sebagai tukang cukur (sebelumnya ia main dalam film yang juga disutradarai Tim Burton, Edward Scissorhands) tampak begitu aneh. Pas banget ditemani oleh Helena Bonham Carter, yang selalu memerankan peran yang kalau digambarkan sebagai penyanyi, seaneh Bjork. Berhasilkan dendam si tukang cukur kepada hakim yang jahat itu? Bagaimanakah nasib anaknya? Silakan lihat deh filmnya.. Selain dari darah muncrat yang sangat natural, film ini mencerminkan kegelapan yang menjadi ciri khas Burton (Corpse Bride, Sleepy Hollow, Edward Scissorhands). Buat yang nggak suka kekerasan atau berbagai hal yang menjijikkan, jangan nonton film ini. Atonement aja deh. Gih sono.. |