Timun Mas Dalam Lipogram
Pada suatu hari, Timun Mas, gadis yang usianya sudah akil
balig, dilanda galau dan panik yang luar biasa.
Ia dijadikan sasaran dua raksasa durjana yang saling pukul,
saling jambak, dan saling gigit.
Motivasi utama adalah darah dan daging Timun Mas yang
dianggap sangat nikmat bagi para iblis itu.
Untungnya, Timun Mas punya jarum, garam, dan cuka. Tiga
barang itu didapatnya dari ibu angkatnya.
"Dia milikku, Dursaaaaaa!!!!", kata raksasa yang
badannya hijau itu.
"Tidaaaaaaaaaaak Duryuuu!! Dia punyaku!!
Aku yang harus minum darah dan makan dagingnya yang
ranum...!! Hahahahaa!!", sahut raksasa yang badannya hitam.
Dua raksasa itu saling pukul lagi, lagi, dan lagi.
Darah tampak di mana-mana. Di baju, dada, kaki, tanah, dan
sungai.
Bau amis dapat dirasakan sangat tajam. Mual lambung Timun
Mas jadinya.
"Aku harus lari bagaikan angin.. Kalau tak ingin
dimakan para raksasa itu..", kata Timun Mas dalam hatinya.
Tiba-tiba, hutan bambu yang tajam tumbuh dari dalam tanah,
muncul akibat jarum yang dijatuhkan Timun Mas di atas tanah.
Para durjana itu sontak
takjub dan bingung. Tanah kosong dan rumput hijau tiba-tiba saja ditumbuhi
bambu yang sangat tajam.
Timun Mas lari. Tubuhnya yang ringan dilambungkan angin.
Dursa dan Duryu hanya bisa marah dari jauh, dari balik pohon bambu yang makin
rimbun.
Matahari mulai tinggi. Kawanan burung tampak di balik awan.
Awan putih ditiup angin yang kuat.
Tubuh Timun Mas tampaknya tak kuat lagi untuk lari bagaikan
kilat.
Disandarkan tubuhnya pada pohon yang rindang tak jauh
darinya.
Cukup lama ia duduk agar nafasnya normal, yang tadi nyaris
putus itu.
Tiba-tiba Dursa dan Duryu tampak tak jauh lagi darinya.
Rupanya para makhluk jahat itu sanggup lalui rintangan bambu
tajam.
Luka-luka dan darah tampak di sana-sini.
Dua barang ajaib yang ada pada Timun Mas langsung dibuang
tak jauh dari para raksasa itu.
Lautan dahsyat yang rasanya asam dan asin, muncul dari dalam
tanah.
Timun Mas lari, walau badannya nyaris tak kuat lagi.
Para raksasa itu, Dursa dan
Duryu, masuk dalam pusaran air yang ganas.
Timun Mas panjatkan syukur pada Ilahi, lolos dari ancaman
maut.
------------------ Tamat ----------------------
Lipogram lainnya dapat dilihat di sini, sini, dan di sini.