Alhamdulillah. Yudi dan Ifa akhirnya menikah dengan sukses di mesjid Sunda Kelapa.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Buat kamu-kamu yang pengen mencoba membuat koneksi ke database dengan ADOConnection, misal ke MS Access atau SQL Server, silakan download powerpointnya (tersedia dalam format PPT (453 kb) dan ODP (338 kb) dari OpenOffice Impress).
Demonya dalam versi executable file hasil Screen2Exe (6.2 Mb). Attachment: Delphi - ADO - MS Access.odpAttachment: Delphi - ADO - MS Access v1.0.pptAttachment: delphi_ado.exe
Suatu sore, setelah Jumat yang melelahkan oleh customer yang inginnya cepat dilayani tanpa mau tahu proses detail teknisnya, aku berjalan gontai ke sebuah mal untuk melepaskan kepenatan. Aku melirik arloji di tanganku, waktu hampir menjelang maghrib. Segera kulangkahkan kaki ke musholla di lantai 3, sambil kusms atasanku. Mereka langsung kujelaskan duduk perkaranya dan mengupdate status pekerjaan, bahwa aku telah melakukan semua yang bisa kulakukan, dan kini menemui kebuntuan karena ketidakrasionalan seorang client yang jabatannya cukup tinggi. Ekskalasi, atau raising exception, ketika suatu masalah tidak bisa diselesaikan, adalah prosedur di tempat kerjaku. Setelah sholat, aku pesan makanan cepat saji ala Jepang untuk mengusir laparnya perut.
Tak lama kemudian, aku melangkah menuju studio XXI, dan aku berencana refreshing dengan X-Files, I Want to Believe, yang diputar pertama kali hari itu. Tiketnya 50 rebu. Darn. Mahal amat. Biasanya nonton cuma 35 rebu berdua. Ya udah aku tanya ke Mbaknya. Mbak ada program khusus nggak? Dia bilang ada, pake Kartu Kredit BCA. Karena sendiri, akhirnya aku berencana beli dua tiket, 1 untuk X-Files. Ada beberapa pilihan, akhirnya pilihan jatuh ke Karma. X-Files karena penasaran, apa lagi yang mau ditawarkan setelah sekian lama. Dan Karma karena poster dan trailernya lumayan menjanjikan.
Ini pendapatku (maaf kalau ada spoiler).
X-Files Film yang bertahun-tahun lamanya muncul sebagai film seri TV di SCTV dan banyak penggemarnya ini benar-benar mengecewakan. Cerita kriminalnya kelihatan sekali hanya tempelan. Dulu, Scully dan Mulder adalah dua anggota FBI unit khusus yang bekerja secara profesional untuk menangani kasus yang diluar nalar atau hal-hal yang berkaitan dengan superstitious alias takhayul, macam manusia serigala, alien, dan hal-hal lainnya. Scully mencoba melakukan pendekatan ilmiah, dan Mulder dengan believe dan intuisinya. Mereka bekerja sangat profesional dan mengesampingkan perasaan mereka satu sama lain. Seperti falsafah Jawa, tresna jalaran saka kulina. Cinta bisa bersemi dari seringnya berjumpa. Nah di film ini Scully dan Mulder sudah tidak lagi anggota FBI. Dan hubungan mereka bahkan sudah sangat jauh. Namun terlambat. Chemistry antara keduanya sudah terlihat hambar. Mereka tampak tak bisa bersatu karena Scully berpegang teguh pada logika dan bukti nyata, sedangkan Mulder dengan intuisinya. Mereka sudah bersatu, namun dipisahkan oleh hal yang dulu justru menyatukan mereka. X-Files yang sekarang, I Want to Believe, hanya ingin menunjukkan kepada penonton yang mungkin dulu tidak mengikuti ceritanya. Hasilnya, film ini kayak dibuat dari 0 lagi, dan tentu saja memuakkan buat para penggemarnya. Kisah cinta yang ditampilkan sudah tidak lagi ditunggu-tunggu dan terlambat. Chris Carter, what's wrong with you? This installment should be titled I Want to Puke. Karma Film ini disutradari oleh Allan Lunardi. Ceritanya ditulis oleh Salman Aristo. Sudah terlihat bahwa ini film horor dari posternya. Tampak seorang wanita hamil yang perutnya dicengkeram hantu berpakaian cina dari belakang. Dari para pemainnya rata-rata pemain muda, namun ada yang senior seperti Damsyik dan Adi Kurdi. Dari seluruh pemain, cuma Adi Kurdi yang aktingnya paling natural. Nggak heran. Perannya sangat kuat di film Kartini yang dulu diperankan Yenni Rahman (Dialognya yang terkenal, "Ni, maturo Ni.."). Di film Karma Adi Kurdi menjadi tukang foto keluarga Guan dari mudanya.
Film ini bercerita tentang kematian-kematian yang misterius dalam Keluarga Guan. Salah satu keturunannya, Armand (Joe Taslim - atlet Judo Sea Games) jatuh cinta pada Sandra (Dominique Agisca). Armand adalah putra dari istri kedua Phillip (Hengky Solaiman), ayahnya, anak pertama dari kakeknya, Tiong Guan (H.I.M. Damsyik). Keluarga Guan, terutama para Ibu meninggal secara misterius setelah melahirkan anak perempuan. Hubungan Armand dan Sandra tidak disetujui keluarga Sandra. Maka saat mengandung anak Armand di luar nikah dan diusir oleh keluarganya, Sandra tidak peduli dan pulang ke Indonesia karena Armand berjanji untuk menikahinya. Kejadian-kejadian aneh muncul sejak malam pertama Sandra tinggal di rumah keluarga barunya itu. Sandra selalu dihantui sosok seorang wanita berpakaian pengantin Cina kuno dan suara-suara yang menyuruhnya pergi dari rumah itu. Karena cintanya pada Armand dan tengah hamil 6 bulan, Sandra bersikeras untuk tetap tinggal dan menguak misteri di balik malapetaka yang terjadi pada semua perempuan di keluarga Guan, meskipun jiwanya terancam.
Dari awal, dialognya buruk, klise, dan humor yang dilontarkan super kriuk. Super jayus supranus. Coba deh perhatikan, Sandra sering nyletuk, cuma dia doang yang nyengir. Penontonnya mah boring. Musiknya lumayan. Hantunya difilter warna kelabu. Not bad. Dari niatnya untuk tidak membuat film horor dengan penampakan hantu yang klise udah bisa dihargai. Sayang kedodoran dari segi cerita dan DIALOG. Plot hole juga tampak di sana sini.
X-Files dan Karma adalah contoh dua film yang nggak banget untuk ditonton di bioskop.
Dua belas tahun yang laluKupunya kekasih cantik, namanya B - sebut saja begituKulitnya putih, matanya jeli, parasnya ayuKami berdua bagaikan faktor bilangan primaHanya aku yang satu dan dirinya menjalin cintaTak terbagi oleh yang lain, penuh tawa dan candaLuasnya lingkaran kasih kami menyentuh pelangiBerbanding lurus dengan jejari hati - hari demi hariBergandengan tangan menyusuri keliling bumi - tak pernah berhentiHingga datang seorang pria durjanaTanpa rasio dan logikaBagaikan sisi yang miring dalam segitigaMembuat phytagoras bangkit dari kuburnyaTertawa girang dan berteriak “Eureka!”Membuat cinta kami hancur lebur porak-porandaKini kami tak lagi garis yang lurusPatah di tengah - berpenyiku tak terurusCinta kami terkotak-kotak dalam sebuah kubusInilah tragedi cinta dalam hidupkuBagai integral lipat tiga mengusir rinduSelamat tinggal B, kekasihku yang dungu...
Didedikasikan untuk dunia matematika yang selalu kucintai dan mantan kekasihku yang pernah kucintai...
Selamat datang Tiburon, versi terbaru dari Embarcadero Delphi. Fitur terbaru yang dijanjikan:
- Unicode! Bisa munculin list box dengan tulisan mandarin atau hiragana Jepang!
- Generic Programming
- Improved VCL (nggak tahu seberapa improve)
Kita mesti lihat lagi kapan dilaunching...
Aku menggunakan Firebird Embedded untuk sebuah aplikasi. Pas diinstal di beberapa komputer, kadang jalan kadang error.
Errornya:
Dia bilang Interbase library gds32.dll not found in the path. Dodol. Udah jelas itu dll udah nongkrong satu folder bersama exenya.What to do? Terpaksa trial and error: 1. Coba buang DLL embedded, pake versi service guardian. Hasil : ERROR 2. Rename gds32.dll ke fbclient.dll. Hasil : ERROR 3. Tambahin path di mana exe berada ke path windows. Hasil : ERROR 4. Tanya ke Mbah Google. Dapat wangsit beberapa url. Larilah ke salah satu url ini.
Mataku terpaku ke kalimat:
Other Pre-installation Issues Installation of Microsoft system libraries The problems associated with installing different versions of Microsoft system libraries are so notorious that it has acquired the name 'DLL Hell'. And as each new generation of Microsoft operating systems are released the policy for dealing with this issue changes. Sometime this can lead to even more hell. The binary installer will determine the host operating system and try to install system libraries appropriately for that O/S. In most cases there will be no problems. However, early versions of WinXP and Windows 2003 that have not used Windows Update will not have the correct version of the Windows Installer required to install the side-by-side assemblies of the run-time libraries. If this occurs there are two possible solutions: Alhamdulillah.. jalan!! Huh.. gara-gara dll windowsnya gak pernah keupdate. Soalnya dicoba di beberapa komputer sebagian bisa sebagian nggak bisa.
Met bobo Biel.
Saya adalah pelanggan setia BCA. Kalau nggak salah dah lebih dari 12 tahun saya mempercayakan uang saya untuk dikelola bank ini. Termasuk gaji bulanan. Saya suka BCA karena:
- ATMnya lumayan banyak, jadi gampang ambil duit
- Availability ATMnya juga tinggi sekali. Jarang melihat ATM BCA yang offline
- Ada KLIK BCA, internet banking yang saya pakai bertahun-tahun untuk bayar telepon rumah dan HP, kartu kredit, transfer uang, beli pulsa, dsb. Termasuk transfer dari Malaysia waktu tugas ke sana. Mau cetak mutasi rekening juga gampang, nggak perlu ngantri ke teller untuk cetak transaksi
- Ada mobile banking. Sudah berkali-kali saya transfer uang di toilet (sambil download, maaf). Resikonya kecemplung sih..
- Bisa ambil duit di supermarket dengan fasilitas DEBIT dan TUNAI BCA. Kadang ATM jauh, ya udah belanja aja sampe 25 rebu, misal beli minyak goreng atau apa, trus ambil 500 rebu. Hehehe..
- Kartu kreditnya bisa buy one get one di 21 dan XXI dan cicilan 0%
Suatu ketika, ada mbak-mbak di Kelapa Gading menawarkan saya produk terbaru BCA, kartu FLAZZ. Mottonya "Nyaman dan Cepat", cara kerjanya menggantikan uang tunai. Waktu itu aku masih nggak mau karena masih jarang yang menerima pembayaran pake FLAZZ. Beberapa bulan kemudian, di Senayan City, mendapat tawaran lagi. Akhirnya aku mau mencobanya. Diisi 100 rebu dulu, buat testing. Nah kemarin sore aku pas di Pondok Indah, mau makan roti di KayaKun Toast, aku melihat bisa membayar pake FLAZZ. Ya udah aku cobain. Ternyata duitnya berkurang senilai transaksi, tapi muncul error:
GAGAL MENGUPDATE KARTUDibilang transaksinya belum terjadi. Wah.. ngamuk aku. Aku ngotot minta dicek mutasi rekening merchantnya, untuk melihat uangnya terpotong atau tidak. Kasirnya mencetak semua transaksi hari itu, dan nggak ada transaksiku. Mau diulang duitnya dibilang nggak cukup. Saldonya berkurang persis senilai transaksinya. Ya udah akhirnya aku telpon Halo BCA dan diminta datang ke cabang terdekat. Ya jelas hari kerja bisanya. Aku dah kesel banget tuh. Akhirnya aku bayar pake Debit BCA. Makan roti dengan sebel banget.
Paginya, aku ke BCA. Dapat antrian nomor 26, pas datang nomornya 12. Baru dipanggil setelah sekitar 2 jam nunggu. Edan. Orang BCA nggak ngerti sama sekali yang namanya teori antrian (queueing theory). Bener kata orang, BCA itu Bank Cape Antri. Mau menerima nasabah banyak, mau buang uang promosi dengan Gebyar BCA, iklan di TV dan Bioskop, tapi menambah jumlah teller untuk mengurangi response time pelanggan nggak diurusin. Boss KCP Pamulang bilang dah mengajukan, tapi sampe sekarang nggak ada realisasinya. BCA TIDAK MENGHARGAI WAKTU NASABAHNYA.
Itu satu hal. Hal utama tentang FLAZZ yang aku mau komplen. Tellernya bingung cek saldo kartuku. Bossnya dateng nyamperin, sama bingungnya. Baca manualnya di depanku. Nyoba lagi, nggak ada hasil. Mau ketawa aku. Ini contoh LAUNCHING PRODUK yang TERBURU-BURU, PILOTING PROJECTNYA nggak thorough, QCnya kurang, pelatihan ke cabang menyedihkan. Mereka menyimpulkan kartuku rusak, dan mereka akan ganti. Free of charge. Duit yang kepotong mau dibalikin dalam 14 hari kerja. WHATTTTT? 14 hari kerja??? Layanan macam apa itu??? Wuah... sekalian aja nunggu setahun! Akhirnya mereka bisa lihat saldoku tinggal X, sesuai sisa transaksi. Setelah mengisi form keluhan, aku cabut, dan aku berdiri menyapu pandangan ke nasabah lain yang ngantri, dan aku tatap teller beserta boss KCPnya seraya berkata: "Lihat mereka semua Pak.. waktu mereka itu sangat berharga. Mestinya mereka tidak perlu menunggu selama ini". Saya pamitan sambil mereka menyalami saya dan berkali-kali minta maaf. Yang lebih gila lagi, pas aku di kantor, aku di telpon sama boss KCP Pamulang. Dia bilang uangku masih utuh. Lah??? Berarti mesin yang ada di KCP Pamulang dan yang ada di MERCHANT RUSAK DONG???? Jelas-jelas angkanya udah berkurang waktu dicek saldonya. Kok dibilang masih UTUH? Konyol bener dah. FLAZZ BENAR-BENAR BELUM BISA DIANDALKAN. Hati-hati untuk pake kartu ini. Udah kalo ilang, duitnya ya langsung amblas wong nggak bisa diblokir. Ugh.
Guys, gue kecewa banget. Ini nggak ada maksud untuk menjelek-jelekkan BCA. Karena saya masih menggunakan delivery channelnya yang lain. Dan terus terang belum ada yang bisa menggantikan kemudahan yang ditawarkan BCA dari Bank lain, termasuk Mandiri. Ini pendapat pribadi ya.. Aku bilang Mandiri masih di bawah BCA dari segi teknologi ke customer, tapi Mandiri mungkin lebih peduli ke customernya ketimbang BCA.
BCA besar karena NASABAHnya. Jangan mentang-mentang udah besar, terus jadi AROGAN dan PELIT untuk maintain kepuasan pelanggannya. Sebenernya kalau mau dan niat, pasti BISA. Tapi ya itu.. jangan cuma promosi diGEDEin, tapi kepuasan REAL PELANGGAN nggak sebanding.
Kayaknya aku mau tulis ke Redaksi YTH Kompas, agar BCA lebih mempedulikan pelanggannya. Kan mereka bisa maju kalau ada kritik. Kalau service buruk terus semua orang diem, kan BCA jadi tenang-tenang aja. Ya nggak?
 | Love, Me | Jun 3, '08 11:29 PM for everyone |
I read a note my Grandma wrote back in 1923 Grandpa kept it in his coat, and he showed it once to me He said, "Boy, you might not understand, but a long, long time ago, Grandma's daddy didn't like me none, but I love your Grandma so.
We had this crazy plan to meet and run away together Get married in the first town we came to and live forever But nailed to the tree where we were supposed to meet instead I found this letter, and this is what it said :
"If you get there before I do Don't give up on me I'll meet you when my chores are through I don't know how long I'll be
But I'm not gonna let you down Darling wait and see And between now and then Til I see you again
I'll be loving you Love, Me."
I read those words just hours before my Grandma passed away In the doorway of the church where me and Grandpa stopped to pray I know I've never seen him cry in all my fifteen years But as he said these words to her, his eyes fill up with tears
"If you get there before I do Don't give up on me I'll meet you when my chores are through I don't know how long I'll be
But I'm not gonna let you down Darling wait and see And between now and then Til I see you again
I'll be loving you Love, Me."
================================================================= Belum pernah denger lagu ini? Coba deh dengerin dan simak baik-baik lagunya di sini.
Romantis banget. Touchy. Tahu lagu ini gara-gara Bapak ini iseng banget ngamen di blognya eh di kamarnya dink.
N72ku yang dah hampir dua tahun, emipsnya bermasalah. Display rada keganggu, jadi mesti diservis di Nokia Center. Pas dibuka ada lumutnya kecil. Mbak-mbaknya bilang mungkin keringat, AC, udara lembab, air wudhu, atau air hujan jadi penyebabnya. Huh. Akhirnya, aku tinggal (mana spare partnya inden lagi). Ya udah mesti cari serepnya.
Setelah menimbang-nimbang, meluncurlah daku ke Nokia Bimantara di DBest Fatmawati. Aku beli satu-satunya E51 yang tersisa. Nokia seri N merupakan produk Nokia yang menekankan pada life style dan multimedia. Sedangkan seri E (Enterprise), lebih ke arah office atau profesionalisme. Yang membuatku memilih seri ini adalah:
- Harganya nggak semahal N series. Handphone rata-rata usianya 2 tahun. Beli mahal-mahal cuma bakalan diganti dalam waktu sekitar 2 tahun jadi sayang rasanya.
- Versi ini ada WiFi connectionnya. Jadi bisa ngobrol ama laptop Acer Travelmate 6492ku, dan kalau ada koneksi HotSpot gratis, bisa browsing sepuasnya
- Email bisa sinkronisasi dengan Microsoft Exchange
- Shortcut makin banyak, sehingga mempermudah untuk mengakses banyak menu dengan sedikit sentuhan
- MicroSD bisa expandable sampai 4 giga
Dan setelah mempelajari lagi, ada beberapa hal menarik yang aku sukai:
- SMS / email yang masuk, bisa kita dengarkan (ada program text to speech), tentu saja akan jelas kalau pesannya dalam bahasa Inggris
- Ada software Psiloc Wireless Presenter. Jadi kalau Anda mau presentasi, entah menggunakan Microsoft Powerpoint atau Open Office Impress, nggak usah beli alat untuk navigasi presentasi Anda. Cukup presentasi dengan handphone saja!! Ya, saudara-saudara. Koneksi dari E51 ini bisa dilakukan dengan bluetooth atau dengan menggunakan WiFi. Caranya sederhana sekali. Install WiPresenter di hp (udah ada shortcut di hp, tinggal install). Lalu kirim aplikasi exe dari WiPresenter via bluetooth ke laptop. Jalankan. Setelah itu buat koneksi WiFi adhoc dengan protokol WEP agar bisa dikonek dari HP. Setelah itu konek ke laptop. Dan ta da..... kita bisa start aplikasi, bisa alt tab, bisa geser kiri kanan, dsb. Dan lebih keren lagi, ada aplikasi yang bisa nampilin apapun tampilan di HP kita ke komputer. Cocok untuk presentasi aplikasi di HP! Edan. Cihuy banget gak sih? Bahkan si psiloc ini juga punya aplikasi untuk kontrol remote TV hehehe... belum nyobain sih..
- Ada aplikasi yang namanya Advance Call Manager. Kita bisa bikin mesin penjawab otomatis dan merekam suara penelpon, tanpa disimpan di provider telco kita! Jadi misalkan kita lagi meeting atau keluar kota. HP bisa ditinggal atau disilent, dia akan menjawab telpon kita, lalu otomatis SMS atau autoforward atau menyuarakan rekaman suara kita, dan setelah nada beep, orang yang nelpon bisa meninggalkan suaranya dan direkam di HP kita! Jadi untuk mendengarkan mailbox berulang-ulang nggak perlu telpon ke provider kita. Keren gak sih?
- Web browsernya dah mempunyai kemampuan mendekati Opera Mini!
- Mendukung 3G HSDPA
- Udah ada flash playernya!
- Ada voice aid yang bisa mengeja menu yang sedang aktif dalam aplikasi ini.
- Ada aplikasi zip
- Conference call sampe 5 orang!
- Ada SMS Spam manager untuk filtering sms yang masuk.
- Adobe PDF reader dan Quick Office sih sama dengan N72
- Ada fasilitas search! Sebutkan suatu kata, maka kemunculan di email, sms, file, dsb akan ditampilkan!
Kalau mau lihat E51 in action, aku dah rekam dengan Screen2Exe hasil grab screen dengan Psiloc WiPresenter, di attachment blog ini.
Attachment: e51.exe
Akhirnya... Delphi tidak lagi di bawah payung Borland. Code Gear, divisi Borland yang bertujuan mengembangkan seluruh IDE Borland, dijual ke Embarcadero.
Reaksiku pertama kali mendengarnya adalah NOW WHAT? Haduuuh apa lagi sih ini? Ya udahlah haknya Borland untuk menjual divisinya dan konsentrasi di ALM. Dan mungkin ini yang terbaik buat Delphi terus berkembang. Eniwei, aku sih tetap akan belajar dan tidak tergantung dengan satu tool. Delphi masih akan aku pakai selama dia nggak mati dan kebutuhan customer terpenuhi.
Kita lihat deh kelanjutannya.
Ada yang punya account di Facebook? Baru tahu kalo Facebook ternyata bisa import blog dari sembarang situs yang punya RSS feed. Karena aku punya account di Facebook dan amat sangat jarang aku pakai, akhirnya aku buat automatic import untuk semua postingan di Multiply supaya langsung nongol jadi Notes di Facebook.
So buat kalian yang punya account di Facebook dan ingin cross posting blog kalian ke Facebook, go head pergi ke Notes di Facebook dan masukkan rss feed multiply kalian!
Hari Sabtu kemarin, setelah kondangan bersama anak dan istri di daerah kompleks MPR/DPR, kami mampir ke Blok M Plaza, mau beli celana Rayyan, yang udah pada cingkrang, secara dia dah tambah tinggi. Sorenya kami menonton Kun Fayakuun di sana.Temanya sebenarnya bukan hal yang baru. Sinopsisnya (diambil dari website resminya) adalah sebagai berikut:Sebuah keluarga sederhana yang selalu memegang terhadap keyakinan dan prinsip moral dengan teguh dalam kesehariannya.Hingga suatu saat benar-benar mengalami berbagai macam cobaan yang seakan tidak pernah berhenti.Masa-masa sulit yang terus menerus menghujani,membawa mereka pada sebuah kekuatan keyakinan. Ardan (Agus Kuncoro) seorang tukang kaca keliling.Hidupnya sangat sederhana tetapi Ia tetap gigih berjuang,sabar.tabah dan selalu ikhlas apapun cobaan diberikan kepadanya, itikadnya tetap bulat untuk mewujudkan impian untuk menjadikan keluarganya keluar dari himpitan kemiskinan.Ingin pula mengganti gerobaknya dengan sebuah kios. Beruntung Ardan mempunyai seorang istri (Desi Ratnasari) yang solehah,setia,taat kepada suami dan Tuhannya.Dia juga tidak pernah luput mendoakan dan menanti dengan setia kedatangan Ardan sepulangnya dari berjualan kaca keliling.Senyumannya sangat khas untuk membahagiakan hati Ardan.Tutur katanya pun sangat bijak dihadapan kedua buah hati mereka.Sampai ketika keyakinan itu berada pada titik nadir,ternyata sesuatu terjadi pada keluarga tersebut dari arah yang tidak terduga.Kualitas pembuatan film ini masih kalah dibandingkan Ayat-ayat Cinta besutan Hanung Bramantyo. Suara dan gerakan bibir tidak sinkron. Beberapa adegan terasa agak lambat.
Namun demikian, film ini sangat dibutuhkan bagi bangsa kita yang sedang sakit ini. Banyak orang kaya raya, tapi banyak juga yang mati kelaparan. Banyak orang miskin harta, tapi juga miskin agama. Film ini mencoba mengingatkan kita, bahwa miskin harta jangan dibarengi dengan miskin agama. Biar nggak ada uang, tapi tetap punya Allah SWT. Allah saja berfirman, "Mintalah, niscaya akan kukabulkan (Ud'uuni astajib lakum)". Namun Allah juga berfirman bahwa Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya (Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim). Jadi yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar. Itulah kunci sukses, insya Allah, dunia dan akhirat.
Untuk yang butuh sesuatu, qiyamul lail dan ibadah lainnya bisa digunakan untuk menyampaikan keinginan kita pada Allah SWT. Namun jika kita sudah merasa cukup dengan rezekiNya, maka ibadah tambahan tersebut dapat dijadikan sebagai rasa syukur kita kepada Ilahi Rabbi. Bukankah Rasulullah yang dijamin masuk surga saja bengkak kakinya karena rajin qiyamul lail?
Alhamdulillah film ini menyadarkan dan mengingatkan saya untuk lebih bersyukur pada Allah SWT atas semua rizqiNya, dan menerbitkan semangat untuk beribadah lebih baik lagi.
Film ini cocok untuk dinikmati seluruh lapisan keluarga dan menjadi alternatif positif ketimbang film mengumbar aurat yang bersembunyi di balik genre komedi maupun setan.

Guys... udah pernah denger tentang Firebird database? Kalau belum, coba deh baca postingan temenku di sini yang merupakan terjemahan dari tulisan Carlos H. Cantu.
Seperti yang dapat kalian lihat di bagian komentar, mengenai sample aplikasi Delphi yang terhubung ke embedded Firebird, memang benar apa yang dikatakan Bisma temenku itu, bahwa secara aplikasi tidak ada perbedaan sama sekali.
Nah tetap saja buat programmer Delphi yang terbiasa melakukan koneksi ke Firebird dengan Guardian yang nongol mesra sebagai tray icon application atau sebagai service, pasti rada bingung gimana bisa RDBMS jalan tanpa ada service sama sekali. Nah instead of nerangin apa yang mesti dilakukan, eh Bisma cuma menjawab silakan mengacu pada dokumentasi teknis Firebird. Itu mah nggak usah diceritain. Pembaca kan maunya enaknya aja. Wong sekalian posting kenapa gak sekalian aja diceritain. Dasar Bisma. Kadang emang nyebelin kalau dah males ngasih example. 
Ya udah aku ngalah deh. Segeralah aku meluncur ke Firebird Website di sini. Ternyata versi yang embedded ada di sini.
Nah inilah readme.txt yang wajib dibaca sebelum menggunakan Firebird Embedded, dan mudah sekali ternyata:
----------------------------------------------------------- Firebird 2.0 Embedded Server notes -----------------------------------------------------------
1. GENERIC INFORMATION
The embedded server is a fully functional server linked as a dynamic library (fbembed.dll). It has exactly the same features as the usual server and exports the standard Firebird API entrypoints.
2. ISSUES AND LIMITATIONS
2.1. Registry
The Firebird registry entries are ignored. The root directory of the embedded server is the directory of its binary file (library).
2.2. Database access
Client access can be only via the local protocol, i.e. NOT a TCP/IP connection string that includes the server name "localhost" or IP address 127.0.0.1.
The embedded server supports only the local connect to a database file path without a server name. The client program gets an exclusive access to the database file after successful connect.
The embedded server acts as a true local server for a single client accessing databases on a local machine. It can also act as a remote gateway that redirects all network calls to other hosts, just as the regular client library does.
2.3. Authentication and security
The security database (namely security2.fdb) is not used in the embedded server and hence is not required. Any user is able to attach to any database. Since both the server and the client run in the same address space, the security becomes just an agreement between both sides which can be easily compromised.
But note that SQL privileges are still checked.
2.4. Compatibility
You may run any number of applications with the embedded server without any conflicts. Having IB/FB server running is not a problem either.
But you should be aware that you cannot access single database from a number of the embedded servers simultaneously, because they have SuperServer architecture and hence exclusively lock attached databases.
3. USAGE
Just copy fbembed.dll, icudt30.dll, icuin30.dll and icuuc30.dll into the directory with your application. Then rename fbembed.dll to either fbclient.dll or gds32.dll depending on your database connectivity software. Then start your application and it will use the embedded server as a client library and will be able to access local datasases. You should also copy firebird.msg and firebird.conf (if necessary) to the same directory.
If external libraries are required for your application, then you should have them separately. Most probably, it will be INTL support (fbintl.dll and fbintl.conf) or UDF libraries. To be able to use them, you should place them into the directory tree which emulates the Firebird server one, i.e. has subdirectories like /intl or /udf:
c:\my_app\app.exe c:\my_app\gds32.dll c:\my_app\ib_util.dll c:\my_app\icudt30.dll c:\my_app\icuin30.dll c:\my_app\icuuc30.dll c:\my_app\firebird.conf c:\my_app\firebird.msg c:\my_app\intl\fbintl.dll c:\my_app\intl\fbintl.conf c:\my_app\udf\fbudf.dll
If you want to place the Firebird files (excluding the renamed fbembed.dll) in another directory, you need to modify your firebird.conf and set RootDirectory to the Firebird directory tree. Example:
c:\my_app\app.exe c:\my_app\gds32.dll c:\my_app\ib_util.dll c:\my_app\icudt30.dll c:\my_app\icuin30.dll c:\my_app\icuuc30.dll c:\my_app\firebird.conf d:\fb\firebird.msg d:\fb\intl\fbintl.dll c:\fb\intl\fbintl.conf d:\fb\udf\fbudf.dll
firebird.conf: RootDirectory = d:\fb
Jadi inilah file yang aku letakkan bersama aplikasiku (exe file):
 Kemudian aku coba buat aplikasi sederhana, meletakkan sebuah object TIBDatabase dan sebuah TIBTransaction. Keduanya saling dihubungkan.
Pada event FormCreate aku tinggal mencoba konektivitasnya:
procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject); begin IBDatabase.DatabaseName := ExtractFileDir(ParamStr(0)) + '\Database\TEST.GDB';
//database aku letakkan dalam folder database di bawah exenya
IBDatabase.Connected := true; end;
Selesai!
Kecintaanku pada pemrograman, membuatku suka gatal apabila ada sesuatu yang memiliki pola (programmable) muncul dalam kehidupanku. Apabila ada seseorang melakukan suatu pekerjaan secara manual, rutinitas, dan terjadi terus-menerus, dari hari ke hari, padahal ada suatu cara yang lebih mudah untuk melakukannya, hatiku tersentuh. Telah beberapa kali tangan dan pikiranku kukerahkan demi terbentuk suatu otomasi, yang memungkinkan suatu pekerjaan menjadi lebih mudah dengan bantuan perangkat sederhana.
Nah beberapa hari yang lalu, tanganku kembali digelitik oleh fenomena Mbak-mbak Resepsionis yang membantuku menelpon di meja operator sana. Mereka telah dengan sabar menghubungkanku dengan semua orang yang ingin berkomunikasi denganku setiap hari kerja. Mereka mengandalkan catatan kertas untuk mencari nama orang yang akan dihubungi atau ingatan semata. Akhirnya aku putuskan untuk meluangkan waktu sekitar dua jam untuk membuat sebuah program kecil, sangat sederhana, untuk menyimpan nama, email, hp 1, hp 2, dan nomor extension di kantor.
Program itu haruslah:
- mudah digunakan,
- tidak perlu menggunakan database apapun yang menggunakan lisensi atau mengharuskan diinstal terlebih dahulu
- dapat diekspor ke excel
- dapat dicari / disaring hanya dengan menggunakan substring nama atau info lainnya
Akhirnya jadilah aplikasi yang semoga bisa membantu mereka dalam tugas sehari-hari. Kalau Anda suka, silakan unduh aplikasinya. Database yang aku gunakan hanya menggunakan IniFile saja. Jadi bisa jalan di usb sekalipun. Komponen yang aku gunakan adalah Quantum Grid versi 6 dari Dev Express dan EffectionDBNavigator buatanku sendiri.
Aplikasi ini mungkin sekali masih mengandung bugs, jadi silakan beritahu saya jika ada kesalahan program atau ada request feature.
Card View
Grid View
 Tampilan setelah diekspor ke XLS
Attachment: AddressBook.zip
Just in case Pemerintah Indonesia close all connection to Multiply from all ISP in Indonesia...
I just want to know that I'm gonna miss all of you. Probably I will switch my blog temporarily to my Yahoo Blog here when I need to post something. But surely this ain't goodbye.
I hate the Fitna Movie, but I can't accept that the whole site should be banned. There must be a better and clever way to ban the movie without close the whole site technologically.
Anyway, do you know that there are so many ways to say goodbye?
Picture taken from http://www.funnybeez.com.
 Buat kamu-kamu yang dulu maniak game Starcraft dan expansi Broodwarnya, bakalan hadir Starcraft 2 yang 3D, kayak Warcraft, dengan unit tambahan dan expansi building, weapon, dan unit edan-edanan. Yang aku lihat sih di trailernya yang 600 mega itu, comman center terran bisa mengeluarkan tembakan, ada building yang bisa nyerang, kayak transformer. Ada air unit yang bisa berubah jadi ground unit. Supply depot bisa dibuat masuk ke dalam tanah agar unit bisa lewat. Edan! Missil turret dan towernya keren banget. Bisa deteksi musuh di fog war. Ahhhhhhhhhh.. kapan gamenya tersedia? Blizzard belum berani. Masih heavy testing biar balance dan mantap. Go head klik aja di sini untuk ngiler.
Saya membaca bukunya sekitar 3 tahun yang lalu. Adi, seorang sahabat, meminjami novelnya kepada saya. Jadilah buku itu aku lahap sambil naik kereta Sudimara - Dukuh Atas pagi dan sore. Terus terang, saya suka dengan cerita romantis. Apalagi romantis Islami. Review novel ini juga pernah saya tulis di sini.
Akhirnya, tanpa diduga, film ini laris keras. Saya mencoba menonton film ini, tiket habis beberapa jam ke depan. Baru minggu ketiga dapat tiket, itupun diantrikan oleh Adi dan istrinya yang hamil tua. Saya cukup puas dengan film ini. Artinya meski ada perbedaan antara novel dan filmnya, keduanya tetap saya sukai. Banyak orang yang mencibir filmnya karena perbedaannya dengan novelnya. Menurut saya, agak kurang adil membandingkan antara novel dengan film secara serta merta. Perlu dipertimbangkan mengapa keduanya berbeda. Menghasilkan karya seni secara verbal dan visual adalah dua seni yang berbeda. Sebuah novel hanya memerlukan pengarang dan imajinasinya. Lain lagi halnya dengan sebuah film menjadi tergantung banyak hal. Ada faktor sutradara, skenario, pemain, lokasi syuting, kesinambungan cerita (dua jam mesti mengalir dari awal hingga selesai), dan sebagainya. Apalagi ini cerita dakwah dengan menekankan syariah Islam yang kontroversial, yaitu poligami.
Jika Anda bertanya kepada saya tentang poligami dalam Islam, maka ini jawaban saya. Poligami adalah sebuah hukum yang halal. Menentang poligami dan menganggapnya hukum yang haram, menurut saya adalah bentuk perlawanan kepada Allah SWT. Saya tidak sependapat kepada orang yang membenci poligami lalu menganggapnya sebagai sesuatu yang haram.
Namun demikian, Rasul Muhammad SAW, sebelum melakukan praktik poligami - karena perintah Allah SWT, di hatinya hanyalah Khadijah semata. Puluhan tahun beliau hidup bermonogami. Bahkah Rasulpun tidak menyukai bila putrinya dipoligami. Seperti yang ada dalam Quran, Allah menurunkan hak berpoligami hingga maksimal empat orang. Coba lihat jaman dahulu. Lelaki menganggap wanita sebagai benda semata. Poligami lewat pernikahan atau perbudakan tidak hanya empat. Seorang lelaki mungkin bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan wanita. Datanglah Islam, kepada suatu budaya yang terbiasa dengan konsep poligami sesuatu yang lumrah berapapun jumlahnya. Namun dalm Islam, dibatasi maksimal hanya empat. Lebih dari itu hukumnya haram.
Kalau lebih cermat lagi, kita akan melihat ayat dalam Quran di mana lelaki dipersilakan untuk menikahi satu, dua, tiga, atau empat. Namun, kalau kita khawatir nggak bisa berbuat adil, maka satu saja itu lebih baik. Nah Allah sudah bilang, kalau takut nggak adil, mending satu aja. Kita ditantangin adil apa nggak. Di ayat lain, Allah mengatakan bahwa seberapa keras kita berusaha adil, kita nggak bakalan bisa adil. Adil tidak berarti sama dalam kuantitas. Contoh: adik yang masih sd dikasih uang jajan serebu, kakaknya yang sma juga serebu. Ini nggak adil meski jumlahnya sama. Mesti proporsional dan tidak menzalimi. Dua faktor ini susah, kalau poligami diniati untuk merasakan seks lebih dari satu wanita. Kalau niatnya murni cuma seks, maka sebenarnya poligami dengan empat wanita nggak bakalan cukup. Karena nafsu sekali direguk, seperti mereguk lautan yang asin. Nggak pernah kenyang. Begitu banyak contoh poligami yang bukannya mendekatkan diri pada Allah, tapi keluarga jadi berantakan. Nikah itu untuk kemaslahatan. Bukan untuk menghancurkan. Kalau menambah pernikahan dengan mengorbankan kualitas pernikahan sebelumnya, buat apa? Nggak banget deh menurutku. Nah contoh-contoh negatif poligami disajikan oleh Nia Di Nata dalam filmnya, Berbagi Suami. Dan itulah kasus yang banyak ditemukan di dalam masyarakat. Cuma sayangnya, poligami disajikan tidak secara berimbang. Contoh poligami yang berhasil seharusnya juga ditampilkan.
Lalu apakah dengan kasus negatif itu poligami jatuhnya haram? Poligaminya tidak, tapi menelantarkan istri dan keluarga itu yang berdosa. Apakah poligami bisa diterapkan? Pada kasus yang teramat kompleks di mana manfaat jauh lebih besar daripada mudharat, mungkin poligami bisa jadi contoh. Dalam kasus Ayat-ayat Cinta, pengarang memperkenalkan konsep poligami sebagai suatu solusi yang tidak dikejar oleh tokoh utamanya, si Fahri. Maria dalam keadaan sekarat, bisa hidup ketika mendapat cinta Fahri. Maria hidup maka ada saksi untuk Fahri, sehingga ia akan hadir untuk istri dan anaknya. Apakah Habiburahman menggambarkan indahnya poligami? Tidak! Dalam film itu, meski poligami dilakukan (baca : HALAL), tetapi kebingungan dan keabsurdan poligami digambarkan. Rendra, yang pernah mempraktekkan poligami, juga pernah mengatakan bahwa poligami itu absurd. Pasti ada yang berubah, hubungan antara suami dengan istri pertama setelah poligami. Apalagi kita memang naturalnya, diciptakan berpasang-pasangan.
Jadi, kalau tidak ada sesuatu yang sangat mendesak, manfaat tidak lebih besar daripada mudharat, ibadah poligami sebaiknya tidak diprioritaskan. Banyak sekali kok ibadah lainnya yang lebih mulia di sisi Allah tanpa efek samping yang berbahaya. Kalau masalahnya seks, bukan pasangannya yang diganti-ganti. Seks yang hambar bisa jadi karena menunya itu-itu terus. Cinta mesti selalu dipupuk. Ganti suasana dong. Bisa berlibur, bisa berganti teknik, dsb. Komunikasi dan cinta juga mesti ditumbuhkan. Sering-seringan sms dengan kata-kata sayang, cinta, dsb. Insya Allah kehidupan seks yang memang sangat dibutuhkan kaum lelaki itu, bisa lebih menarik. Dengan hal ini, solusi poligami tidak perlu terbersit dalam otak kita, dan kita bisa konsentrasi dengan ibadah lainnya.
Banyak loh: - sedekah - ngaji - sharing ilmu (nulis blog, nulis buku, ngajar, dsb) - naik haji - bikin lapangan kerja buat orang yang kurang skill - senyum (membahagiakan orang lain). Memberi kesempatan orang mau belok di jalan dengan kita berhenti, insya Allah juga sedekah
Biarkan poligami yang mendatangi Anda, dan jangan mencari-cari alasan untuk poligami. Ati-ati. Nggak bener niat dan caranya, bisa jatuhnya zhalim.
Balik ke Ayat-ayat Cinta, sekali lagi, aku dah cukup puas dengan film dan novelnya. Thanx to Habiburahman dan Hanung Bramantyo yang telah memberikan gerimis di dada demi pencerahan jiwa dan upaya untuk lebih baik.
Berikutnya, aku mau review tetralogi Laskar Pelangi. Tunggu yah.
| |